Minggu, 11 Mei 2008

Hindari Jebakan si Palsu


Zaman canggih kayak gini, semua bisa dipalsukan mulai dari tas, sepatu, parfum, bedak bayi, minyak telon, aer isi ulang, telor asin... buanyak lah... Tapi gimana kalo yang dipalsukan itu ternyata obat yang diperlukan tubuh ketika kita sakit? Kebayang gak sih, harusnya sembuh eh.. gara2 nelan obat palsu malah jadi komplikasi, bahkan nyawa pun jadi taruhannya... Syeremmmm.. Menurut WHO, jumlah obat palsu yang beredar di pasaran dunia mencapai 10%, bahkan angka tersebut lebih besar lagi di negara berkembang!

Makanya sebelum nasi jadi bubur, buburnya pun angus dan harus dibuang, hindari obat palsu yang fungsinya bukan menyembuhkan tapi bisa mematikan....
  1. Beli semua jenis obat yang diresepkan dokter di apotik.

  2. Perhatikan label obat, nama produsen, pastikan masa berlaku belum lewat dan nomor batch tercetak dengan baik, serta kemasannya sempurna.

  3. Jangan tergiur obat yang harganya jauh lebih murah dari harga asli.

  4. Simpan kemasan asli obat untuk membandingkan dengan obat yang akan dibeli berikutnya.

  5. Perhatikan beberapa pengamanyang lazimnya ada seperti security printing (pengaman cetak), security ink (pengaman tinta) dan security hologram (pengaman hologram).

  6. Hindari obat ilegal , walopun harganya lebih murah (antara lain dari Cina, Pakistan, India). Ciri utamanya, obat ilegal tidak mencantumkan nomor register BPOM pada kemasannya, bisa jadi obat tersebut memang obat palsu dari negara asalnya.

Nah, mulai sekarang jangan cuek kalo milih2 obat, berikut juga ada 10 obat bebas yang rawan dipalsukan.

  1. Obat antibiotika

  2. Obat pereda sakit

  3. Obat pelangsing

  4. Obat2an penyakit kronis seperti diabetes dan hypertensi.

  5. Obat anti-difungsi ereksi

  6. Obat yang sedang trend di masyarakat (fast moving) yang sering diiklankan

  7. Vitamin dan suplemen

  8. Obat pereda batuk dan pilek

  9. Obat malaria

  10. Obat antihistamin

9 komentar:

rita mengatakan...

Informasi bermanfaat.....
salam kenal ya.....

pudi-interisti mengatakan...

Apa di apotik juga bisa kedapetan obat palsu mbak? Wah...lain kali kalau ke apotik perlu ngjak mbak nina nih! Mau?

rizky mengatakan...

aQ da sering tau berita ini, di berita "Reportase investigasi" trans TV

Emang!!! maw di bawak kemana Endonesia ini banyak yang di palsukan?? saya sampai takut maw beli apa2???
Gimana ni Bozz saran anda tentang ini?? aQ butuh saran yang tidak menyesatkan

nina mengatakan...

yang punya rumah to :
@rita : salam kenal juga..

@poo : ntar kalo aku punya apotik beli di apotikku ajah *amin..*

@qie : jangan parno gitu dunk, yang penting teliti sebelum membeli, termasuk juga ada pembanding dgn yang asli biar gak ketipu

.ngga. mengatakan...

ampuuuuun.... bahaya bnget... kok tega yah?? kalo tas ato sepatu yah masih bs diterimalha, tapi kalo obat?? tak kutuk abis2an tuh org. kalo ketemu aq bkar idup2!! *extriiim mbooo*

iksan mengatakan...

obat putus cinta ada ga biar jadi semangat lagi

Vina Revi mengatakan...

sigh ...

Kristina DIAN Safitry mengatakan...

untung mbak nina ngasih tau. klao ndak...daku isa terjebak nih...

torasham mengatakan...

thanks buat infonya...