Kamis, 14 Februari 2008

Kalo Pemerintah Jadi Mak Comblang





Eit, jangan bilang nggak mungkin dulu, itulah yang dilakukan pemerintah Singapura dengan program "Romancing Singapore". Kampanye ini diluncurkan tahun 2002 dan ditangani oleh pihak swasta sejak tahun 2005. Intinya adalah pemerintah Singapura menggiring warganya untuk pacaran, menikah dan punya anak karena kecilnya angka kelahiran disana. Asal tau aja, hari Valentine kemaren dirayain disana dengan suka cita.
Gaya hidup yang serba praktis dan cepat serta tingginya biaya hidup membuat generasi muda Singapura enggan menikah. Sangking getolnya, pemerintah menawarkan insentif uang tunai kepada pasangan suami istri untuk punya lebih dari 2 anak.

Nah lo, sekarang tinggal tanya diri sendiri aja. Maw hidup dengan biaya tinggi tapi boleh punya anak sebanyak2nya (dikasi duit lagi), atao mau hidup dengan biaya terjangkau tapi cuman boleh punya anak 2 aja...
Hmm.... jadi bingung......

6 komentar:

Ani mengatakan...

Maunya sih boleh punya anak banyak dan biaya hidup rendah he..he..he..

Eko N. Sudjarwo mengatakan...

Wah, saya mau banget tuh punya anak banyak dan dikasih insentif. Tapi kalo mo tinggal di Singapore, nggak deh? Tar pulaunya tenggelam lagi karena kebanyakan orang. :D

Dyden Rinda mengatakan...

Waks, baru tau klo di singapur kekurangan penerus? pake mak comblang segala, pemerintah lagi!! upz lupa, kita juga kan bgitu, diiming-imingi lapangan kerja yg ga jelas, harga sembako selangit, hasilnya.. teteep aja kita nambah koleksi Kartu Keluarga. So, what the hell happen to this country??

rizky mengatakan...

Emmm, aq mau ikut jadi comblangnya??? soalnya aq jombloh ni he....he...(^ _ ^)

lita uditomo mengatakan...

Hehe...baru tau kalau S'pore juga punya masalah kependudukan...

-imam- mengatakan...

singapore kekurangan penduduk ya? yuk eksodus aja kesana hehe